Sab. Apr 4th, 2026

Polsek Tigaraksa : Urban Farming sebagai Alternatif Peningkatan Ketahanan Pangan di Perkotaan

By admin cnn Jun 3, 2025 #Polsek Tigaraksa

Polsek Tigaraksa: Urban Farming sebagai Alternatif Peningkatan Ketahanan Pangan di Perkotaan

Dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan di wilayah perkotaan, berbagai pihak kini mulai terlibat aktif dalam mencari solusi. Salah satu pendekatan yang mulai populer adalah urban farming atau pertanian kota. Di tengah keterbatasan lahan dan pertumbuhan penduduk yang pesat, urban farming hadir sebagai jawaban untuk mendekatkan sumber pangan ke masyarakat. Menariknya, inisiatif ini tidak hanya datang dari sektor pertanian atau komunitas lingkungan, tetapi juga dari institusi penegak hukum seperti Polsek Tigaraksa, yang menunjukkan komitmen luar biasa dalam mendukung kemandirian pangan masyarakat.

Peran Polsek dalam Ketahanan Pangan

Polsek Tigaraksa, yang berada di bawah naungan Polresta Tangerang, Polda Banten, telah mengambil langkah inovatif dengan mengembangkan program urban farming di lingkungan kantor Polsek. Kegiatan ini tidak hanya ditujukan untuk memanfaatkan lahan kosong, tetapi juga menjadi bagian dari pendekatan humanis kepolisian yang lebih dekat dengan masyarakat. Urban farming yang dijalankan mencakup penanaman sayur-sayuran seperti kangkung, bayam, cabai, tomat, serta budidaya ikan lele dalam ember (budikdamber).

Kapolsek Tigaraksa menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan contoh nyata kepada masyarakat bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang untuk berkontribusi terhadap ketahanan pangan keluarga. “Kami ingin menunjukkan bahwa siapa pun bisa mulai dari hal kecil. Urban farming ini bisa dilakukan di pekarangan rumah, teras, bahkan di balkon,” ujarnya.

Manfaat dan Dampak Positif

Program ini memiliki dampak berlapis. Di satu sisi, anggota kepolisian belajar untuk lebih peduli terhadap isu pangan dan lingkungan. Di sisi lain, masyarakat yang datang ke Polsek untuk keperluan administrasi atau layanan lainnya dapat menyaksikan langsung hasil kegiatan urban farming ini, yang bisa menginspirasi mereka untuk memulai hal serupa di rumah masing-masing.

Selain itu, hasil panen dari kebun urban farming ini sebagian digunakan untuk konsumsi internal dan sebagian dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama di sekitar wilayah hukum Polsek Tigaraksa. Ini memperkuat citra positif institusi Polri sebagai mitra masyarakat yang peduli dan solutif.

Kolaborasi dan Keberlanjutan

Keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Ketahanan Pangan setempat, kelompok tani kota, serta komunitas pemuda. Ke depan, Polsek Tigaraksa berencana memperluas cakupan kegiatan urban farming ini dengan melibatkan sekolah-sekolah, majelis taklim, serta RT/RW di sekitar wilayah Tigaraksa.

Dengan memanfaatkan pendekatan “belajar sambil praktik”, masyarakat diajak untuk mengikuti pelatihan singkat tentang cara bertani di perkotaan, seperti hidroponik, vertikultur, dan budidaya organik. Pendampingan dan monitoring rutin juga dilakukan untuk memastikan program ini tidak hanya menjadi kegiatan musiman, tetapi bisa berkelanjutan dan berdampak luas.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *